Biometrika Indonesia

Apa Saja Tahapan Regulasi

Regulasi diri merupakan kemampuan individu untuk merencanakan, mengarahkan, serta memonitori perilaku untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan dengan melibatkan unsur fisik, kognitif, emosi, dan sosial agar tetap sesuai dengan nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Di dalam regulasi diri, seseorang berproses untuk mengatur dan memperbaiki diri, serta berfokus pada tujuan yang ingin dicapai. Ketika tujuannya sudah tercapai, maka ada proses yang dilakukan untuk mengevaluasi pencapaian tersebut. Regulasi diri bukanlah suatu hal yang tiba-tiba muncul di dalam diri individu, namun kemampuan ini tumbuh melalui pembelajaran dari lingkungan. Kemampuan ini sangat penting untuk ditumbuhkan dan dilatih sejak masa kanak-kanak, karena anak-anak akan belajar bagaimana cara mengendalikan emosinya dengan baik, belajar bertanggung jawab terhadap setiap perilaku yang dilakukan, melakukan sesuatu berdasarkan norma yang berlaku, maupun belajar untuk menyusun strategi serta perencanaan yang harus dilakukan agar dapat mewujudkan cita-citanya.

Di dalam pembentukan regulasi diri, ada beberapa proses yang dilewati agar dapat sampai kepada tujuan yang diinginkan. Adapun tahapan dari regulasi diri, yaitu:

  1. Receiving, merupakan langkah awal ketika individu menerima suatu informasi dari lingkungan. Informasi yang didapatkan membuat seseorang dapat menghubungkannya dengan informasi yang telah didapatkan sebelumnya ataupun mencari hubungan dari aspek-aspek lainnya. Misalnya, ketika seorang anak yang diberikan sebuah  tantangan untuk diselesaikan dalam sebuah permainan. Hal ini akan berdampak pada regulasi diri anak pada tahapan penerimaan informasi. Sejauh apa informasi yang sudah didapatkan dan dipahami sebelumnya memiliki peranan penting agar dapat digunakan untuk menyelesaikan tantangan dalam permainan tersebut. 
  2. Evaluating, merupakan proses untuk pengolahan informasi. Pada tahapan ini, seseorang akan mengumpulkan hasil informasi yang telah ia dapatkan sebelumnya dan mulai mengolah serta mempertimbangkan langkah apa yang harus ia lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Banyak pertimbangan yang dilakukan dari informasi yang telah didapatkan agar dapat menemukan strategi terbaik dalam menyelesaikan suatu permasalahan. 
  3. Searching, merupakan tahapan untuk mencari solusi yang paling ideal dari permasalahan yang sedang dihadapi. 
  4. Formulating, merupakan penetapan tujuan dan dapat juga menguraikan tujuan tersebut menjadi tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Hal ini juga dapat berpengaruh pada strategi apa yang dibutuhkan untuk mencapai target atau tujuan tersebut.
  5. Implementing, merupakan tahapan untuk menjalankan rencana yang telah dirancang sebelumnya. 
  6. Assessing, merupakan tahapan akhir untuk mengukur seberapa maksimal rencana dan juga tindakan yang telah dilakukan pada proses sebelumnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tahapan ini juga dapat dikatakan sebagai proses introspeksi diri dan dapat digunakan untuk menyusun strategi selanjutnya.

 

Ditulis oleh Sari Wulandari, Konsultan Biometrika Pribadi Indonesia

Mau Mendapat Insight Tentang Parenting, Pengembangan Diri & Karakter?

Daftar newsletter kami dengan isi form di bawah ini!