Ketahui Perkembangan Otak Anak Anda untuk Meraih Prestasi Maksimal!

Tahukah kamu kemampuan anak dapat diketahui melalui perkembangan fungsi otak dengan tes kognitif?

Penilaian kemampuan kognitif saat ini

Untuk usia 7 tahun keatas


Tes dilakukan selama 30 - 40 menit (tatap muka dengan Terapis)

Hasil skor tes kognitif dalam PDF

CogniTest merupakan layanan dari Biometrika Indonesia yang membantu para pengguna agar dapat melakukan penilaian kognitif terhadap fungsi otak.

CogniTest bermanfaat untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kemampuan kognitif pada level tertentu (rendah-sedang-tinggi). Selain itu tes ini akan terbantu agar dapat mengidentifikasi bagaimana kekuatan dan kelemahan anak di bidang memori, konsentrasi/perhatian, perencanaan, persepsi maupun sosial (koordinasi). 

CogniTest dilakukan menggunakan platform online yang sudah digunakan lebih dari tiga juta pengguna. Tes ini dilakukan dengan pendampingan oleh terapis dari Biometrika Indoensia secara tatap muka. Tujuannya untuk mengetahui kemungkinan kekurangan kognitif, dan untuk membuat merancang pelatihan otak jika diperlukan untuk kebutuhan mereka.

Penilaian Kognitif Umum Secara Digital

Alat penilaian kognitif online yang serbaguna dan lengkap ini terdiri dari kuesioner penyaringan online, dan serangkaian tugas digital secara umum.

Tugas-tugas ini dirancang untuk mengukur fungsi area kognitif seperti perhatian dan konsentrasi, persepsi, memori, pola pikir, dan koordinasi, serta bagaimana psikologis dan sosialnya. 

Tes kognitif ini berlangsung sekitar 30-40 menit. Pengguna akan mengisi kuesioner tentang berbagai bidang dan menyelesaikan tugas neuropsikologis yang disajikan sebagai permainan otak yang menyenangkan.

Hasil dari penilaian ini adalah hasil dari area kognitif yang dapat membantu mengetahui mengapa seseorang mungkin memiliki kinerja yang buruk dalam aktivitas tertentu atau tidak berkembang pada kinerja kognitif lainnya.

Aspek yang akan dijabarkan dalam hasil CogniTest (Cognitive Profile dan Cognitive Abilities)

Skor keseluruhan untuk kemampuan kognitif :

Attention (Perhatian)

Aspek perhatian merupakan bagaimana kemampuan untuk menyaring gangguan dan fokus terhadap informasi yang dibutuhkan. Perhatian berfokus pada proses kognitif yang juga tergantung pada stimulus internal dan eksternal. 

Keterampilan pada aspek perhatian ini dibutuhkan untuk proses lainnya seperti memori atau sistem koordinasi. Proses penting ini menggunakan beberapa bagian dari otak yaitu batang otak (korteks parietal hingga prefrontal) 

Area perhatian ini memungkinkan untuk lebih memperhatikan rangsangan ketika ada gangguan/distraksi lain yang tidak relevan masuk, konsentrasi untuk jangka waktu yang lama, berganti perhatian antara kegiatan yang berbeda atau membagi perhatian ketika dua peristiwa terjadi pada waktu yang sama. Hal ini merupakan keterampilan kognitif yang membentuk perhatian dan akan dihitung dalam Penilaian Kognitif Umum dalam CogniTest.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Memory (Memori)

Kemampuan untuk mengingat atau menggunakan informasi baru dan memulihkan ingatan pada informasi yang pernah didapatkan sebelumnya. Memori membantu untuk menyimpan ingatan internal pengetahuan yang ada di otak dan menyimpan peristiwa dari masa lalu dan menggunakannya di masa depan sehingga belajar merupakan kunci dalam keterampilan memori ini karena berkaitan dengan memasukkan informasi baru atau memodifikasi informasi yang ada dan diterima sebelumnya. Hippocampus adalah struktur otak kunci dalam proses ini yang kemudian bekerja secara aktif selama tidur untuk mengkonsolidasikan informasi yang diperoleh di siang hari. Hal ini merupakan  masing-masing area yang membentuk memori dan akan dievaluasi dalam Penilaian Kognitif dalam CogniTest.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Coordination (Sistem Koordinasi)

Kemampuan untuk melakukan gerakan yang tepat dan teratur secara efisien. Sistem koordinasi memungkin untuk melakukan gerakan-gerakan secara cepat dan tepat. Otak kecil adalah struktur otak yang bertanggung jawab untuk membuat gerakan terkoordinasi: dari berjalan, memegang gelas, hingga menari. Hal ini yang kemudian membantu untuk menjaga kesinambungan antara gerakan dan umpan balik yang didapatkan dari fungsi indera kita. Hal ini merupakan masing-masing kemampuan kognitif yang membentuk sistem koordinasi yang juga akan dihitung dalam Evaluasi Kognitif CogniTest.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Perception (Persepsi)

Aspek persepsi berkaitan dengan bagaimana kemampuan untuk menginterpretasikan rangsangan dari sekitar. Persepsi akan mengidentifikasi dan memahami informasi yang diterima dari indera kita berdasarkan pengetahuan yang sudah otak kita ketahui sebelumnya. 

Persepsi adalah proses yang dapat diberikan oleh indera yang berbeda (seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, dll.) dan juga otak kita berperan dalam mengintegrasikan atau memberikan rasa utuh. Area otak yang berhubungan dengan persepsi akan menyatukan informasi yang dirasakan oleh berbagai organ sensorik sehingga kita dapat berinteraksi secara efektif dengan rangsangan dari luar diri. 

Agar proses ini dapat dilakukan dengan tepat dan sesuai, maka diperlukan proses asimilasi dan pemahaman terhadap informasi yang diterima. Hal ini merupakan masing-masing kapasitas kognitif yang membentuk persepsi dan yang akan dihitung dalam Evaluasi Kognitif CogniTest.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Reasoning (Pola Pikir)

Aspek ini berkaitan dengan kemampuan untuk menggunakan (memesan, menghubungkan, dll.) informasi yang diperoleh melalui indera yang berbeda secara efisien dan tepat. Melalui fungsi ini kita dapat mengakses dan menggunakan informasi yang diperoleh untuk mencapai tujuan yang kompleks. 

Serangkaian proses dalam pola pikir ini akan membantu kita untuk menghubungkan, mengklasifikasikan, menyusun dan merencanakan ide atau tindakan sesuai dengan yang kita butuhkan. Selain itu akan membantu untuk dapat fleksibel dan beradaptasi dengan lingkungan. 

Aspek ini merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari guna memecahkan masalah dan mencapai tujuan ataupun adanya modifikasi dari informasi yang sudah ada. Kemampuan kognitif ini akan dihitung dalam Evaluasi Kognitif CogniTest.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Siapa saja yang dapat mengikuti CogniTest?

Tes ini dapat digunakan untuk anak mulai dari usia 7 tahun hingga dewasa.

CogniTest

Rp 1.050.000

Rp 799.000

*tes di Rumah akan dikenakan biaya tambahan (transportasi)

Siapa Yang Perlu Menggunakan Layanan CogniTest?

F.A.Q

Tes dilakukan menggunakan platform online yang dimiliki oleh Biometrika Indonesia.

Tes dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

Tes dilakukan di center Biometrika Indonesia atau kami datang ke rumah. 
Akan ada tambahan biaya transportasi jika dilakukan di rumah.

Hasil akan keluar maksimal dalam 3 (tiga) hari kerja.

Rekomendasi pelatihan otak yang bisa dilakukan jika ada kemungkinan skor kognitif anak rendah, pola asuh, gaya belajar hingga gaya komunikasi yang paling tepat dan sesuai.